Jelajahhukum.com||Sukabumi_ Musibah bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi dengan tepat, akibat curah hujan yang tinggi dan jebolnya saluran irigasi di Cikurutug jebol,sehingga terjadi longsor di area pesawahan Kampung Babakan Bungur Rt 003/001 Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jum'at (25/03/2022) sekira pukul 20:00 Wib.
Menurut Andris, perangkat Desa Cibodas mengatakan pada Jum'at (25/03/2022) malam di lokasi, bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 20.00 Wib, pada saat itu memang curah hujan cukup tinggi.
"Ketika saya pulang dari Cikurutug, akses jalan sudah tertutup sama lumpur, awalnya saya tidak tahu telah terjadi longsor. Tetapi setelah saya perhatikan pesawahan sudah rata, barulah disitu saya mengetahui telah terjadi longsor," tutur Andris.
Saat itu juga warga setempat berdatangan ke lokasi longsor terutama para pemilik sawah. Mereka mengeluh dengan kejadian tersebut, terutama para pemilik sawah yang belum selesai panen, bahkan ada beberapa pemilik sawah yang sudah panen tapi padinya belum diangkut ke rumah.
Mang Nanang salah seorang pemilik sawah yang kebetulan siangnya panen dan belum sempat membawa pulang hasil panennya merasa sedih, karena hanya hasil padi lah yang menjadi tumpuan hidup keluarganya, saat ini padi yang telah di panennya raib semuanya tergerus tanah longsor.
"Kemaren saya panen, tetapi padinya belum diangkut,sekarang semuanya telah hilang semuanya," ucapnya merasa sedih.
Diperkirakan pesawahan yang terkena dampak longsor tersebut sekitar 5 Hektar. Dengan keadaan sawah yang belum sempat dipanen, sehingga kerugian tersebut bisa mencapai puluhan juta rupiah. Tentunya hal ini merupakan musibah yang besar bagi para petani, satu-satunya penopang hidup mereka kini telah sirna.
Keadaan saluran irigasi di Cikurutug juga memang nampaknya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya longsor. Saluran irigasi tersebut jebol dan tidak mampu menampung debit air bah yang melimpah, ditambah dengan adanya pohon yang tumbang menimpa tanggul saluran irigasi tersebut.
Akses jalan Desa Kampung Ciogong - Cikurutug juga terputus tidak bisa dilalui, tentu saja segala aktivitas masyarakat Cikurutug menjadi lumpuh, dan mereka sangat berharap bencana tersebut dapat segera tertanggulangi.
Menanggapi kejadian tersebut, Jajat Sudrajat selalu Ketua Gapoktan Sejahtera Desa Cibodas menjelaskan, bahwa area tersebut dari tahun 2017 memang sudah dilaporkan sebagai area rawan bencana kepada pihak dinas terkait. Karena belum tuntas pembangunan irigasi di Cikurutug dari hulu sampai hilir, jadi belum ditanggulangi. Sebetulnya masih banyak area-area pesawahan di Desa Cibodas rawan bencana terutama banjir dan longsor.
"Semoga saja dinas terkait yang menangani dalam hal ini bisa merespon dengan baik segala keluhan dan usulan yang telah kami sampaikan, sehingga kalau ada lagi kejadian-kejadian seperti ini bisa di minimalisir," tuturnya.
Sementara itu, dalam unggahan video Kepala Desa Cibodas Junajah Jajah N,S.Pd mengatakan, telah terjadi longsor di areal pesawahan Kampung Babakan sawah Rt 05 Rw 01 Desa Cibodas Palabuhanratu.
" 5 hektar sawah habis tergerus longsor dan meminta bantuan nya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, khususnya BPBD bahwa kami satu akses jalan penghubung kadus 2, kemasyarakat dan yang sekolah terputus. Jadi untuk itu kami mohon bantuan nya ke para pemangku kebijakan mudah mudahan bisa membantu kami,karena ini sangat darurat sekali terutama dikadus 1 ini," pungkasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,namun kerugian petani terancam gagal panen untuk hasil sawahnya.
Reporter: Latip/Andi




Social Header