Jelajahhukum.com|SERANG - Bernaung di rumah dengan ukuran 6x4 meter. yang berlokasi di Kp Silenggut Desa Bantar Panjang Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, Sadi dan keluarga menjalani aktivitas hidup sehari-hari dengan kondisi rumah yang kurang layak huni dan butuh uluran tangan para pemangku kebijakan. Senin (28/07/2025).
Dengan mengandalkan buruh tani, Sadi berjuang dengan penghasilan yang tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan hidup anak istri dan calon bayi yang sebentar lagi akan lahir.
Dalam kondisi seperti yang kita ketahui, jangan kan untuk membangun rumah yang layak, untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrinya pun sangat berat di rasakan Sadi.
"Terkait bantuan rumah pernah ada yang datang, yang pertama dari desa dan yang ke dua entah dari mana dan pernah tanda tangan juga tapi sampai saat ini belum ada bantuan," ucap Sadi.
Dimana Sadi hanya sebagai buruh tani yang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja masih sulit, apa lagi untuk membangun rumah sangat jauh dari kemungkinan.
"Saya hanya buruh tani pak, penghasilan juga tidak menentu, untuk kebutuhan sehari hari aja sulit gimana bisa mau membangun rumah, dan untuk saat ini pun saya masih bingung untuk persiapan biaya persalinan istri saya dan saya berharap bantuan itu turun sesuai apa yang sudah di katakan waktu itu," harap Sadi.
Sementara itu Murdani selaku Sekdes Desa Bantar Panjang saat dikonfirmasi dirinya membenarkan bahwa Sadi salah satu warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni, dan pihak nya pun sudah pernah mengajukan bantuan ke dinas terkait tapi belum di realisasi.
"Iya betul pak itu terkait pak Sadi pernah di ajukan bantuan ke Dinas Perkim melalui Rekap Desa tapi sampai saat ini belum dapat bantuan. Semoga dengan pengajuan berikutnya dapat terbantu, karna Sadi sangat membutuhkan bantuan tersebut dan untuk kriteria sangat layak untuk di bantu," ungkap Murdani.
Tak luput dari pantauan awak media, Pegiat sosial Acun Sunarya,SH selaku Ketua Aliansi Masyarakat Cikeusal saat di pintai tanggapan nya terkait warga Desa Bantar Panjang yang tinggal di rumah yang tidak layak huni, dirinya tak bosan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.
"Ketika saya berkunjung ke Desa Bantar Panjang saya menemukan satu rumah milik bapak Sadi yang menurut saya tidak layak, dengan kondisi lantai masih tanah dan dinding bolong-bolong, dan setelah saya konfirmasi menurut Sadi pernah ada yang meninjau dari pihak Desa atau pihak yang lainnya dan pernah tandatangan, tapi sudah bertahun-tahun bantuan tidak pernah ada," ujar Acun.
Acun pun berharap kepada Ibu Bupati Serang, Hj.Ratu Rachmatuzakiyah, Dinsos dan Perkim Kabupaten Serang agar hadir meninjau, untuk memberikan hak warga yang membutuhkan bantuan, karna Sadi dan istrinya sangat berharap bantuan tersebut.
"Harapan saya pemerintah kabupaten Serang hadir di tengah masyarakat untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.
(MY)
Social Header