Jelajahhukum.com| SUKABUMI - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TIBELAT secara aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan proyek life skill (kecakapan hidup) untuk membekali warga belajar dengan keterampilan vokasional agar mandiri secara ekonomi. Kegiatan ini sudah tercatat dalam rencana anggaran kegiatan sekolah Tahun 2026 tahap pertama, Minggu (15/02/2026)
Pelatihan ini bertujuan mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan praktis.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai pelatihan Life Skill di PKBM, diantaranya:
1. Menjahit & Tata Busana: Salah satu pelatihan populer untuk meningkatkan kemandirian.
2. Tata Boga: Pelatihan pengolahan makanan bagi warga belajar.
3. Digital Marketing & IT: Pelatihan komputer, literasi digital, dan pemasaran produk.
4. Tata Rias: Pelatihan kecantikan dan rias pengantin.
5. Sablon & Desain Grafis: Pelatihan berbasis keterampilan vokasional.
6. Keterampilan Finansial: Manajemen keuangan dan perencanaan usaha.
Tujuan dan Manfaat
1. Kemandirian Ekonomi: Membantu peserta putus sekolah atau masyarakat kurang mampu untuk berwirausaha.
2. Pemberdayaan Masyarakat: Memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan keterampilan hidup praktis.
3. Integrasi Vokasional: Memadukan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C) dengan keterampilan kerja.
Sedangkan di PKBM Tibelat, pelatihan life skill yang diadakan dalam bidang seni merajut.
"Kegiatan ini ditujukan agar peserta didik memiliki kompetensi dalam peningkatan vokasi/keahlian dalam bidang seni merajut, sebagai bekal peserta didik untuk bisa berwirausaha dan menghadapi dunia kerja yang nyata kedepannya," ungkap Kepala PKBM Tibelat.
Ia pun menjelaskan bahwa PKBM Tibelat akan terus berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan non formal terutama program pelatihan life skil peserta didik.
(*One)


Social Header